Penerimaan CPNS 2013

Penerimaan CPNS 2013

Baik untuk Kesehatan Mental

Bisa jadi, manfaat bekerja yang satu ini sedikit Anda ragukan. Tetapi, beberapa penelitian mengatakan bahwa mereka yang bekerja jauh lebih sehat secara jasmani maupun rohani, dibanding mereka yang tidak bekerja. Keraguan Anda terhadap manfaat dari bekerja yang satu ini mungkin mengacu pada beberapa penyebab stress, yang salah satunya adalah bekerja. Tidak bisa dipungkiri, bahwa pekerjaan sangat mungkin membuat seseorang menjadi stress. Keluhan kepala sering pusing, migrain, dan hal-hal yang menyangkut syaraf, adalah ciri-ciri stress yang bisa dirasakan paling awal.

Pekerjaan yang menumpuk, dikejar deadline, persaingan dengan rekan kerja yang mengerikan, tidak tercapainya target bulanan, serta sikap atasan yang sangat menekan, belum lagi untuk Anda yang kerja di kota-kota besar, harus rela tua di jalan karena terjebak macet setiap pagi dan sore harinya. Hal-hal semacam itu menjadi penyebab mengapa kerja bisa membuat seseorang pekerja menjadi stress. Lalu, di mana manfaat kerja untuk kesehatan?

Sebaiknya Anda percaya bahwa stress karena bekerja jauh lebih baik daripada stress karena tidak bekerja. Karena memang itulah yang sesungguhnya terjadi. Tidak percaya? Coba saja untuk menganggur selama beberapa bulan, dan rasakan bahwa stress yang dirasakan akan jauh lebih berat dibanding ketika Anda mengeluh stress karena pekerjaan.
Bukti lain bahwa bekerja baik untuk kesehatan, khususnya kesehatan mental, bisa dilihat dari beberapa berita di media yang mengabarkan seseorang bunuh diri karena alasan ekonomi, entah itu terlilit hutan atau tidak bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari. Berita semacam itu belakangan cukup marak. Ini jelas sebuah gambaran bahwa bekerja adalah salah satu terapi untuk menjauhkan seseorang dari stress dalam menghadapi kebutuhan hidup.

Penerimaan CPNS 2013

Menurut penelitian, orang yang bekerja jauh lebih sehat dibanding mereka yang tidak. Pekerja juga cenderung jarang sakit yang berat sehingga membutuhkan perawatan di rumah sakit, dan yang jelas, para pekerja akan memiliki “hak” lebih besar untuk tidak terkena penyakit mental.

Selain itu, ketika seorang pekerja sedang dalam tahap penyembuhan, lantas kemudian perlahan kembali mulai masuk kerja, proses penyembuhan yang terjad justru akan lebih cepat. Nuansa positif seperti harapan dan motivasi yang ada di lingkungan kerja, akan membantuk Anda untuk lebih cepat sembuh. Berbeda halnya dengan mereka yang tidak memiliki pekerjaan. Proses penyembuhan cenderung akan lebih lama.

Kesehatan mental yang menjadi manfaat dari bekerja ini juga berkaitan dengan perasaan berharga yang dimiliki oleh seorang pekerja. Hidup yang dijalani oleh seorang pekerja akan terasa berarti, karena mereka akan merasa berharga dalam menjalani hidup. Ia hidup, juga memiliki tujuan yang jelas. Yaitu untuk bekerja dengan baik dan mempersembahkan hasilnya untuk diri sendiri dan orang-orang terkasih.

Memiliki Banyak Teman

Manusia adalah makhluk sosial. Informasi ini mungkin sudah banyak diketahui. Manusia membutuhkan orang lain untuk dapat hidup. Baik untuk memenuhi kebutuhannya secara jasmani atau rohani. Untuk itu, dibuatlah sekolah. Selain untuk menuntut ilmu, sekolah berguna untuk mengasah kemampuan sosial seseorang, juga untuk memenuhi hakikatnya sebagai makhluk sosial.

Lepas dari sekolah, manusia memasuki lingkungan sosial yang lebih luas, yaitu lingkungan kerja dan masyarakat luas. Di lingkungan kerja itulah, seseorang berhubungan dengan lebih banyak orang. Orang yang ditemui pun datang dari beragam latar belakang. Seperti sifat, pendidikan, usia, budaya, dan sebagainya. Di lingkungan kerja, Anda tentu saja tidak mungkin sendiri, bukan? Ada orang-orang yang menjadi teman baru dan itu pasti menambah panjang deret nama-nama teman Anda.

Kedekatan Anda dengan teman-teman kerja bisa jadi dilatarbelakangi dengan kesamaan nasib, yaitu sama-sama menjadi pekerja. Dan biasanya, jika sudah menemukan banyak persamaan, persahabatan akan terjalin dengan sendirinya. Obrolan-obrolan seputar pekerjaan atau atasan akan menjadi bahan perbincangan yang sepertinya tidak pernah habis. Saling tolong-menolong dalam pekerjaan, menjadi pendengar untuk masing-masing ketika stress, dan hal lainnya akan mempererat hubungan pertemanan Anda.

Lalu, bagaimana jika bekerja secara online? Apakah masih bisa memiliki banyak teman? Tentu saja. Karena sesama pebisnis online biasanya akan saling berbagi informasi. Meskipun saat ini mungkin belum ada wadah yang resmi untuk para pekerja online, mereka tetap bisa menjalin komunikasi dalam kesempatan yang ada. Diadakannya seminar-seminar tentang bisnis online yang di berbagai kota juga berpotensi untuk membuat para pebisnis online mendapatkan teman sekaligus memperluas jaringan.

Memperluas Jaringan

Semakin banyak teman yang dimiliki, logikanya, pertemanan Anda juga akan semakin luas. Hal ini memperluas jaringan sekaligus banyak membuka kesempatan untuk melakukan apa pun. Termasuk, nantinya jika Anda berniat untuk berwirausaha. Jika sudah demikian, jaringan Anda luas, dan kesempatan terbuka lebar, pundi-pundi uang bukan tidak mungkin akan bertambah. Karena siapa tahu, ada pekerjaan sampingan yang ditawarkan oleh teman Anda.

Jika teman sudah cukup banyak, jaringan sudah cukup luas, ketika memikirkan untuk berwirausaha pun Anda akan memiliki keyakinan yang cukup. Kerjasama dengan teman yang kebetulan ahli dalam satu bidang, bisa dilakukan. Pada tahapan mempromosikan usaha, Anda juga tidak akan kesulitan. Semuanya akan serba mudah jika Anda memiliki teman yang banyak dan jaringan yang luas.

Memiliki Jaminan Kesehatan

Sebuah perusahaan, umumnya memperhatikan kebutuhan para karyawannya, termasuk masalah kesehatan. Kartu jaminan kesehatan yang dikeluarkan untuk para karyawannya bisa sangat menolong jika sewaktu-waktu Anda sakit dan tidak memiliki cukup biaya untuk berobat.

Sadarilah bahwa karyawan merupakan aset paling berharga yang dimiliki oleh sebuah perusahaan. Sesungguhnya, perusahaan manapun ingin memberikan yang terbaik untuk karyawannya, termasuk memberikan fasilitas berobat ketika sakit. Karena, secara logika, sebanyak apapun pekerjaan, sebanyak apapun tender yang diperoleh perusahaan, tidak akan jalan dan berhasil jika tanpa karyawan. Terutama karyawan yang memang sudah terbukti memiliki kapasitas untuk menangani pekerjaan tersebut. Sehingga, mereka memberikan dukungan berupa sejumlah dana untuk membantu pengobatan dan penyembuhan karyawannya.

Jaminan kesehatan tentu tidak dimiliki oleh seseorang yang tidak bekerja. Biaya hidup menjadi semakin berat ketika harus ada sejumlah uang yang dibayarkan pada pihak rumah sakit untuk biaya perawatan. Kecuali, jika memang memiliki tabungan yang cukup besar. Jika tidak? Itu akan menjadi hal yang menyulitkan.

Baca juga mengenai Info Penerimaan CPNS

About these ads
This entry was posted in Uncategorized and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s